Selasa, 29 April 2014

analisis zat anti gizi laktin

1. Lektin
Kata lektin berasal dari Bahasa latin yaitu legere yang artinya memilih, hal ini karena spesifitasnya terhadap spesifik tipe sel darah. Lektin ini merupakan senyawa yang dapat menggumpalkan sel darah. Selain itu, lektin ini ada yang bersifat toksik pada beberapa varietas tertentu.
Sifat-sifat umum Lektin :
•             Mempunyai sifat multivalensi yang menyebabkan lektin mempunyai kemampuan mengaglutinasi sel darah merah.
•             Mampu mengikat macam gula khusus yang terdapat pada permukaan sel yang menimbulkan pengaruh stimulasi mitogenik, aglutinasi preferensial sel tumor dan pengaruh immunosuprensif
•             Lektin yang bervalensi rendah, meskipun tidak mampu menyebabkan aglutinasi, kadang-kadang sangat toksik.
•             Mempunyai berat molekul berkisar 100.000-150.000 dan di susun dari 4 subunit yang dapat identik atau tidak identik.
•             Hampir semua lektin adalah Glikoprotein yang mengandung 4-10 % Karbohidrat. Namun, ada perkecualian di mana ada lektin dari lembaga gandum, jack bean dan kacang tanah yang tidak mengandung karbohidrat dan sebaliknya lektin dari beras dan kentang mengandung 25 dan 50 % karbohidrat.
Ciri-cirinya yaitu :
- Beberapa lektin dengan valensi rendah, meskipun tidak menyebabkan aglutinasi   kadang – kadang sangat toksik.
- Memiliki berat molekul 100.000 – 150.000
- Disusun dari 4 subunit yang identik atau tidak identik
Terdapat pada :
Ø  Tanaman kedelai (Glicine max), dry bean (Phaseous vulgaris),lima bean (P. limatus), kacang hijau (P.aureus), white tipary bean (P.acutifolius), scarlet runner bean (P. coccineus), biji jarak (Risinuscommunis), jack bean (Canavalia ansiformis), kapri (Pisiumsativum), kacang lapangan (Dolichos lablab), horse gram (Dolicjosbiflorus), kacang lebar (Vicia faba), Lentil (Leus esculenta), kacang tanah (Arachis hypogaca), dll.

Pengaruh terhadap tubuh manusia :
 Pengaruh toksik lektin apabila masuk melalui mulut, karena kemampuannya mengikat sisi penerima khusus pada permukaan sel epitel khusus, menyebabkan gangguan non-spesifik dengan penyerapan nutrient melewati dinding usus, terutama gula dan asam amino.
 Karena lektin terikat permukaan, menghasilkan pengaruh fisiologikal pada sel dimana mereka berinteraksi. Yang dapat menyebabkan gangguan serius pada kemampuan sel tersebut menyerap nutrient dari saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan penghambatan pertumbuhan, bahkan kematian.
Cara mengurangi konsumsi senyawa .
Ø  Pemanasan sempurna (merata), dengan adanya pengadukan yang tetap dan kuat atau pemanasan dengan autoclave dapat mengeliminasi pectin.

Lektin adalah protein karbohidrat-mengikat yang mengikat glycans glikoprotein, glikolipid, atau polisakarida dengan afinitas tinggi (Goldstein dan Hayes, 1978). Sebagian besar tanaman lektin adalah protein sekretori, yang berarti bahwa mereka memasuki sistem sekresi dan kemudian terakumulasi baik dalam vakuola atau dalam dinding sel dan ruang antar sel. Meskipun banyak peran telah diusulkan untuk tanaman lektin (Etzler, 1986), fungsi yang paling mungkin untuk vakuolar lektin adalah tanaman pertahanan. Sejauh serangga bersangkutan, efek toksik tampaknya dimediasi melalui mengikat dari lektin pada sel epitel midgut dengan gangguan akibatnya fungsi sel. The lektin terikat dapat menghambat penyerapan nutrisi atau mengganggu sel midgut dengan merangsang endositosis dari lektin, dan metabolit toksik mungkin lainnya hadir dalam midgut (Czapla dan Lang, 1990). Berbagai lektin telah terbukti beracun terhadap anggota Coleoptera, Lepidoptera (Czalpa dan Lang, 1990) dan Diptera (Eisemann et al., 1994). Yang paling penting, lektin dapat digunakan untuk mengendalikan serangga penghisap getah milik urutan Homoptera, yang mencakup beberapa hama yang paling merusak di seluruh dunia. Kerusakan tanaman yang disebabkan oleh serangga ini tidak hanya karena makan, tetapi juga untuk peran mereka sebagai vektor virus tanaman (Hilder et al., 1995). Powell et al. (1993) menunjukkan, berdasarkan uji makan serangga, efek antimetabolik signifikan dari lektin Galanthus nivalis agglutinin (GNA) dan bibit gandum agglutinin (WGA) untuk mengisap serangga hama Nilaparvata lugens beras."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar