1. Lektin
Kata lektin berasal dari Bahasa latin yaitu legere yang
artinya memilih, hal ini karena spesifitasnya terhadap spesifik tipe sel darah.
Lektin ini merupakan senyawa yang dapat menggumpalkan sel darah. Selain itu,
lektin ini ada yang bersifat toksik pada beberapa varietas tertentu.
Sifat-sifat umum Lektin :
• Mempunyai
sifat multivalensi yang menyebabkan lektin mempunyai kemampuan mengaglutinasi
sel darah merah.
• Mampu
mengikat macam gula khusus yang terdapat pada permukaan sel yang menimbulkan
pengaruh stimulasi mitogenik, aglutinasi preferensial sel tumor dan pengaruh
immunosuprensif
• Lektin
yang bervalensi rendah, meskipun tidak mampu menyebabkan aglutinasi,
kadang-kadang sangat toksik.
• Mempunyai
berat molekul berkisar 100.000-150.000 dan di susun dari 4 subunit yang dapat
identik atau tidak identik.
• Hampir
semua lektin adalah Glikoprotein yang mengandung 4-10 % Karbohidrat. Namun, ada
perkecualian di mana ada lektin dari lembaga gandum, jack bean dan kacang tanah
yang tidak mengandung karbohidrat dan sebaliknya lektin dari beras dan kentang
mengandung 25 dan 50 % karbohidrat.
Ciri-cirinya yaitu :
- Beberapa lektin dengan valensi rendah, meskipun tidak
menyebabkan aglutinasi kadang – kadang
sangat toksik.
- Memiliki berat molekul 100.000 – 150.000
- Disusun dari 4 subunit yang identik atau tidak identik
Terdapat pada :
Ø Tanaman kedelai
(Glicine max), dry bean (Phaseous vulgaris),lima bean (P. limatus), kacang
hijau (P.aureus), white tipary bean (P.acutifolius), scarlet runner bean (P.
coccineus), biji jarak (Risinuscommunis), jack bean (Canavalia ansiformis),
kapri (Pisiumsativum), kacang lapangan (Dolichos lablab), horse gram
(Dolicjosbiflorus), kacang lebar (Vicia faba), Lentil (Leus esculenta), kacang
tanah (Arachis hypogaca), dll.
Pengaruh terhadap tubuh manusia :
Pengaruh toksik
lektin apabila masuk melalui mulut, karena kemampuannya mengikat sisi penerima
khusus pada permukaan sel epitel khusus, menyebabkan gangguan non-spesifik
dengan penyerapan nutrient melewati dinding usus, terutama gula dan asam amino.
Karena lektin terikat
permukaan, menghasilkan pengaruh fisiologikal pada sel dimana mereka
berinteraksi. Yang dapat menyebabkan gangguan serius pada kemampuan sel
tersebut menyerap nutrient dari saluran pencernaan sehingga dapat menyebabkan
penghambatan pertumbuhan, bahkan kematian.
Cara mengurangi konsumsi senyawa .
Ø Pemanasan sempurna
(merata), dengan adanya pengadukan yang tetap dan kuat atau pemanasan dengan
autoclave dapat mengeliminasi pectin.
Lektin adalah protein karbohidrat-mengikat yang mengikat
glycans glikoprotein, glikolipid, atau polisakarida dengan afinitas tinggi
(Goldstein dan Hayes, 1978). Sebagian besar tanaman lektin adalah protein
sekretori, yang berarti bahwa mereka memasuki sistem sekresi dan kemudian
terakumulasi baik dalam vakuola atau dalam dinding sel dan ruang antar sel.
Meskipun banyak peran telah diusulkan untuk tanaman lektin (Etzler, 1986),
fungsi yang paling mungkin untuk vakuolar lektin adalah tanaman pertahanan.
Sejauh serangga bersangkutan, efek toksik tampaknya dimediasi melalui mengikat
dari lektin pada sel epitel midgut dengan gangguan akibatnya fungsi sel. The
lektin terikat dapat menghambat penyerapan nutrisi atau mengganggu sel midgut
dengan merangsang endositosis dari lektin, dan metabolit toksik mungkin lainnya
hadir dalam midgut (Czapla dan Lang, 1990). Berbagai lektin telah terbukti
beracun terhadap anggota Coleoptera, Lepidoptera (Czalpa dan Lang, 1990) dan
Diptera (Eisemann et al., 1994). Yang paling penting, lektin dapat digunakan
untuk mengendalikan serangga penghisap getah milik urutan Homoptera, yang
mencakup beberapa hama yang paling merusak di seluruh dunia. Kerusakan tanaman
yang disebabkan oleh serangga ini tidak hanya karena makan, tetapi juga untuk
peran mereka sebagai vektor virus tanaman (Hilder et al., 1995). Powell et al.
(1993) menunjukkan, berdasarkan uji makan serangga, efek antimetabolik
signifikan dari lektin Galanthus nivalis agglutinin (GNA) dan bibit gandum
agglutinin (WGA) untuk mengisap serangga hama Nilaparvata lugens beras."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar