Boraks merupakan garam
Natrium Na2 B4O7 10H2O yang berbentuk serbuk kristal putih dengan karakteristik
tidak berbau, dapat larut dalam air dan tidak larut dalam alkohol serta
mempunyai PH: 9,5. Sebenarnya penggunaan boraks sudah dilakukan sejak zaman dahulu
namun bukan untuk makanan. Di China, banyak digunakan dalam pembuatan peralatan
dari porselin untuk memperbaiki struktur atau penampilan. Di Mesir, digunakan
untuk pengawet mayat. Saat ini, boraks banyak digunakan pada kosmetik sebagai
antimicrobial, pada sabun, dan bedak untuk tujuan tertentu serta banyak
digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas,
pengawet kayu, dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan camera
boraks.
Senyawa kimia ini bisa
memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya
bakso dan ketupat yang jika digigit akan terasa lebih kenyal, atau kerupuk yang
bila digigit terasa lebih renyah. Boraks biasanya dijual di toko bahan kimia yang
berbentuk seperti gula pasir atau penyedap rasa.
Mengkonsumsi boraks
dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya
terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan
testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap
melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan
dikeluarkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat.
Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat
reproduksi pria.
Boraks yang dikonsumsi
dalam jumlah yang cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah,
mencret, kejang perut, hilang nafsu makan, demam, anuria (tidak terbentuknya
urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis,
sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.
Nama lain Borax
- Sodium Borate
- Borax
Decahydrate
- Sodium Biborate
Decahydrate
- Disodium
Tetraborate Decahydrate
- Sodium
Pyroborate Decahydrate
- Sodium
Tetraborate Decahydrate
- Boron Sodium
Oxide
- Fused Borax
Gejala Akut
(Jangka Pendek) BIla Terpapar Boraks
- Bila terhirup/inhalasi, dapat
menyebabkan iritasi pada selaput lendir dengan batuk-batuk dan
dapat
diabsorbsi menimbulkan efek sistematik seperti badan rasa tidak enak (malaise),
mual, nyeri
hebat pada
perut bagian atas (epigastrik), pendarahan gastro entritis disertai muntah
darah, diare
lemah,
mengantuk, demam dan rasa sakit kepala.
- Bila kontak dengan kulit,
menimbulkan iritasi kulit dan dapat diabsorbsi melalui kulit yang rusak.
- Bila kontak dengan mata, dapat
menimbulkan iritasi, mata memerah dan rasa perih
- Bila tertelan, dapat
menimbulkan gejala-gejala yang tertunda meliputi badan rasa tidak
enak
(malaise),
mual, nyeri hebat pada perut bagain atas (epigastrik), pendarahan gastro
entritis disertai
muntah
darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala.
Tindakan Bila
terpapar Boraks
- Bila kontak dengan kulit,
segera lepaskan pakaian, perhiasan, sepatu yang terkontaminasi, cuci
kulit
dengan sabun dan air mengalir sampai bersih dari boraks. Bila perlu hubungi
dokter
- Bila kontak dengan mata, segera
cuci mata dengan air yang banyak atau larutan garam dapur
0,9% (seujung
sendok teh garam dapur dilarutkan dalam segelas air) sambil mata
dikedip-kedipkan
sampai
bersih dari boraks. Segera hubungi dokter
- Bila tertelan, segera hubingi
dokter. Korban yang tidak sadar jangan dibuat muntah atau diberi
minum. Bila
terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah
agar
muntahan
tidak masuk ke saluran pernafasan
- Bila korban tidak sadar,
miringkan kepala ke samping atau ke satu sisi, sebelah kiri atau kanan,
segera
hubungi dokter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar