Selasa, 29 April 2014

bahan non food grade boraks

Boraks merupakan garam Natrium Na2 B4O7 10H2O yang berbentuk serbuk kristal putih dengan karakteristik tidak berbau, dapat larut dalam air dan tidak larut dalam alkohol serta mempunyai PH: 9,5. Sebenarnya penggunaan boraks sudah dilakukan sejak zaman dahulu namun bukan untuk makanan. Di China, banyak digunakan dalam pembuatan peralatan dari porselin untuk memperbaiki struktur atau penampilan. Di Mesir, digunakan untuk pengawet mayat. Saat ini, boraks banyak digunakan pada kosmetik sebagai antimicrobial, pada sabun, dan bedak untuk tujuan tertentu serta banyak digunakan dalam berbagai industri non pangan khususnya industri kertas, gelas, pengawet kayu, dan keramik. Gelas pyrex yang terkenal dibuat dengan camera boraks.
Senyawa kimia ini bisa memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus, misalnya bakso dan ketupat yang jika digigit akan terasa lebih kenyal, atau kerupuk yang bila digigit terasa lebih renyah. Boraks biasanya dijual di toko bahan kimia yang berbentuk seperti gula pasir atau penyedap rasa.
Mengkonsumsi boraks dalam makanan tidak secara langsung berakibat buruk, namun sifatnya terakumulasi (tertimbun) sedikit-demi sedikit dalam organ hati, otak dan testis. Boraks tidak hanya diserap melalui pencernaan namun juga dapat diserap melalui kulit. Boraks yang terserap dalam tubuh dalam jumlah kecil akan dikeluarkan melalui air kemih dan tinja, serta sangat sedikit melalui keringat. Boraks bukan hanya menganggu enzim-enzim metabolisme tetapi juga menganggu alat reproduksi pria.
Boraks yang dikonsumsi dalam jumlah yang cukup tinggi dapat menyebabkan gejala pusing, muntah, mencret, kejang perut, hilang nafsu makan, demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, hingga kematian.
Nama lain Borax
- Sodium Borate
- Borax Decahydrate
- Sodium Biborate Decahydrate
- Disodium Tetraborate Decahydrate
- Sodium Pyroborate Decahydrate
- Sodium Tetraborate Decahydrate
- Boron Sodium Oxide
- Fused Borax
Gejala Akut (Jangka Pendek) BIla Terpapar Boraks
- Bila terhirup/inhalasi, dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir dengan batuk-batuk dan 
  dapat diabsorbsi menimbulkan efek sistematik seperti badan rasa tidak enak (malaise), mual, nyeri 
  hebat pada perut bagian atas (epigastrik), pendarahan gastro entritis disertai muntah darah, diare
  lemah, mengantuk, demam dan rasa sakit kepala.
- Bila kontak dengan kulit, menimbulkan iritasi kulit dan dapat diabsorbsi melalui kulit yang rusak.
- Bila kontak dengan mata, dapat menimbulkan iritasi, mata memerah dan rasa perih
- Bila tertelan, dapat menimbulkan gejala-gejala yang tertunda meliputi badan rasa tidak enak  
  (malaise), mual, nyeri hebat pada perut bagain atas (epigastrik), pendarahan gastro entritis disertai 
  muntah darah, diare, lemah, mengantuk, demam dan sakit kepala.

Tindakan Bila terpapar Boraks
- Bila kontak dengan kulit, segera lepaskan pakaian, perhiasan, sepatu yang terkontaminasi, cuci 
  kulit dengan sabun dan air mengalir sampai bersih dari boraks. Bila perlu hubungi dokter
- Bila kontak dengan mata, segera cuci mata dengan air yang banyak atau larutan garam dapur 
  0,9% (seujung sendok teh garam dapur dilarutkan dalam segelas air) sambil mata dikedip-kedipkan 
  sampai bersih dari boraks. Segera hubungi dokter
- Bila tertelan, segera hubingi dokter. Korban yang tidak sadar jangan dibuat muntah atau diberi 
  minum. Bila terjadi muntah, letakkan posisi kepala lebih rendah dari pinggul untuk mencegah agar 
  muntahan tidak masuk ke saluran pernafasan
- Bila korban tidak sadar, miringkan kepala ke samping atau ke satu sisi, sebelah kiri atau kanan,
  segera hubungi dokter


Tidak ada komentar:

Posting Komentar